← Katalog modul

TAHAP 2 · PELAJARAN 6

Rangkaian Seri dan Paralel

Belajar bagaimana komponen tersambung dan bagaimana arus serta tegangan terbagi.

⏱️ 30 menit · Pemula · Bacaan dan ilustrasi

1. Mengapa cara menyambung komponen penting?

Dua lampu yang sama dapat berperilaku berbeda tergantung cara sambungannya. Ada dua pola dasar: seri dan paralel.

2. Rangkaian seri

R1: 4Ω / 8VR2: 6Ω / 12V+−20V DCSatu jalur · I = 20 / (4 + 6) = 2A
Dua resistor tersambung pada satu jalur: arus sama 2A, sedangkan tegangan masing-masing 8V dan 12V.

Dalam rangkaian seri, komponen disusun pada satu jalur. Arus yang sama melewati masing-masing komponen.

Pada resistor ideal, hambatan total adalah jumlah setiap hambatan.

Hambatan seri

Rtotal = R1 + R2

Contoh: resistor 4Ω diseri dengan resistor 6Ω.

Hasil: Rtotal = 4 + 6 = 10Ω.

Jika sumber DC sebesar 20V, arusnya I = 20 / 10 = 2A.

Tegangan sumber terbagi di antara resistor. Pada contoh tersebut, tegangan resistor 4Ω sebesar 8V dan resistor 6Ω sebesar 12V.

3. Rangkaian paralel

6Ω · 1A3Ω · 2A+−6V DCDua cabang · 6V pada setiap cabang · Total 3A
Dua resistor membentuk cabang berbeda; tegangan 6V sama pada kedua cabang, arus 1A dan 2A.

Komponen paralel memiliki dua titik sambungan yang sama. Karena itu, tegangan pada tiap cabang sama.

Arus total adalah penjumlahan arus cabang.

Hambatan dua resistor paralel

1 / Rtotal = 1 / R1 + 1 / R2

Contoh: resistor 6Ω diparalel dengan 3Ω.

Hitung: 1/Rtotal = 1/6 + 1/3 = 1/2.

Hasil: Rtotal = 2Ω.

Jika kedua resistor diberi tegangan 6V DC, arus cabang masing-masing adalah 1A dan 2A. Arus total 3A.

4. Mengapa instalasi rumah menggunakan cabang paralel?

Peralatan rumah umumnya dihubungkan ke cabang paralel agar tiap beban mendapatkan tegangan suplai yang sesuai dan dapat dikendalikan relatif mandiri.

Itu bukan berarti instalasi rumah bebas risiko. Pengaman, penampang kabel, grounding, dan tata cara instalasi tetap sangat penting.

5. Perbandingan cepat

  • Seri: satu lintasan arus, arus sama, tegangan dapat terbagi.
  • Paralel: beberapa cabang, tegangan sama, arus dapat terbagi.
  • Dalam seri, satu jalur terputus dapat menghentikan seluruh arus pada lintasan tersebut.
  • Dalam paralel, membuka satu cabang tidak harus memutus cabang lainnya.

6. Latihan

  1. Berapa hambatan total resistor 2Ω, 3Ω, dan 5Ω dalam seri?
  2. Dua resistor 4Ω dipasang paralel. Berapa hambatan totalnya?
  3. Pada dua cabang paralel, apakah tegangan setiap cabang berbeda atau sama?

Jangan merangkai beban rumah secara langsung sebagai percobaan. Gunakan simulator atau kit DC tegangan rendah dengan pembatas arus.

Studi kasus: Membayangkan cabang seperti jalan

Seri seperti satu jalan tanpa percabangan: semua kendaraan melewati kedua pos. Paralel seperti dua jalan alternatif: aliran terbagi, lalu bergabung kembali. Tegangan antardua simpul yang sama berlaku pada semua cabang paralel.

🧠 Coba jawab: Cabang paralel terhubung pada dua simpul sama memiliki...

Tegangan sama. Arus cabang bergantung hambatan, tetapi beda potensial pada simpul yang sama tetap sama.

Progress tersimpan di browser ini, bukan di akun atau perangkat lain.

LABORATORIUM INTERAKTIF

Coba Rangkaian Seri dan Paralel

Ubah sambungan, tegangan, dan resistor. Perhatikan perubahan arus serta tegangan pada tiap cabang.

R1R2±Satu jalur — arus sama

Hambatan total

12.00 Ω

Arus total

1.00 A

Arus R1

1.00 A

Arus R2

1.00 A

Tegangan R1

6.00 V

Tegangan R2

6.00 V

Model resistor ideal DC. Untuk praktik fisik gunakan sumber DC rendah dengan pembatas arus serta resistor yang mempunyai rating daya cukup.

🧠 Cek Pemahaman

2 soal tentang materi ini. Coba jawab dulu, lalu baca alasannya.

1. Cabang paralel terhubung pada dua simpul sama memiliki...
2. 4Ω dan 6Ω diseri menghasilkan...
← Materi sebelumnya: Hukum Ohm dan Perhitungan DayaPelajaran berikutnya: Multimeter →